Jumat, 25 Oktober 2013

[CERPEN] Nomor 1



Aku dan teman-temanku masih saja duduk di bangku kantin bersenda-gurau tentang apapun yang menarik perhatian kami. Ini adalah kegiatan rutin kami setiap jam istirahat. Kami berkumpul dan makan bersama. Membicarakan hal-hal yang menurut orang lain tidak penting tapi menjadi sesuatu yang menggelikan ketika kami membicarakannya.

Yang aku maksud ‘kami’ adalah teman-teman seperjuanganku di tim basket sekolah. Mereka adalah Rahmi, Jenny, Febri, Vira, Clara, Juli, dan Tika. Kami sudah berteman sejak tahun pertama kami di sekolah ini, saat kami sama-sama mengikuti ekstrakulikuler basket. Kami menjadi sangat dekat. Mereka seperti keluarga kedua bagiku.

“Eh, kayaknya ada yang baru jadian nih. Ciee ciee...” ucap Rahmi.
“Apaan sih, Mi. Bikin malu aja.” Balas Clara malu-malu.
“Kayaknya saya ketinggalan berita deh. Kamu jadian sama siapa, Ra?” ujar Tika ingin tahu.
“Ciee Tika kepo.” Ejek Jenny.
“Kepo itu peduli tahu.” Balas Tika sewot.
“Jelas sama kak Reza lah, siapa lagi coba.”
Clara pacaran sama kak Reza? Bagaimana bisa? Setahuku Rahmi juga sedang menyukai kak Reza. Mengapa kedekatan mereka tak pernah aku sadari ya? Bagaimana bisa Rahmi dengan santainya mengejek Clara? Siapapun pasti akan cemburu dan kecewa ketika mengetahui orang yang disukai berpacaran dengan sahabatnya sendiri.

***

Clara, Rahmi, Jenny dan Reza sepertinya masih betah duduk di bench tempat mereka latihan basket. Sudah sekitar 15 menit yang lalu latihan usai, namun mereka masih betah berlama-lama di tempat itu. Mungkin yang betah hanya Clara dan Reza, sedangkan Rahmi dan Jenny sudah gatal ingin segera pulang ke rumah. Namun karena rasa tanggungjawab mereka terhadap Clara, mereka membetahkan diri mereka sampai Clara dijemput oleh supirnya.

Mereka duduk sambil menonton club lain yang juga memakai tempat latihan mereka. Kesunyian melanda mereka. Jenny dan Rahmi sengaja duduk agak jauh dari Reza dan Clara, karena mereka tahu bahwa pasangan itu sedang dimabuk asmara.

“Ra, kakak suka sama Clara. Clara mau gak jadi pacar kakak?” ucap Reza memecahkan keheningan. Jenny diam-diam menguping pembicaraan mereka. Sedangkan Rahmi sengaja menulikan telinganya, tak ingin mendengar pembicaraan pasangan itu.

“Kakak suka sama Clara? Beneran?” Clara balas bertanya. Mungkin dia kaget, tidak percaya bahwa orang yang dia sukai juga menyukai dirinya.
“Iya, gimana? Clara mau jadi pacar kakak gak?” jawab Reza tak sabaran.
“Clara mau, Kak. Clara juga suka sama Kakak.” Jawab Clara malu-malu.
“Yess!!” Reza kegirangan.
Rahmi hanya mampu menahan perasaannya. Bagaimana pun juga Clara adalah sahabatnya. Dan Reza pun hanya menyukai Clara sepertinya. Tak ada yang bisa Rahmi lakukan selain ikut berbahagia untuk sahabatnya.

***

Rahmi adalah seorang gadis yang kuat, konyol, dan ceria. Itu yang aku lihat di dalam dirinya. Tapi sekuat apapun seorang gadis, pasti akan rapuh juga. Apalagi bersangkutan dengan seorang yang disukainya. Gadis mana yang tidak akan sakit hati dan kecewa melihat orang yang disukai malah berpacaran dengan sahabatnya sendiri.

To : Basket Rahmi
Sent : 04/06/2013 13:30 pm
Mi, kamu gak papa kan?

Ini adalah sms yang terkonyol yang pernah aku kirimkan ke Rahmi. Apa maksudnya dengan ‘tidak apa-apa’ sedangkan aku tahu bahwa dia sedang ‘ada apa-apa’. Bodohnya aku.

From : Basket Rahmi
Received : 04/06/2013 13:32 pm
Maksudnya? Emang saya kenapa?

To : Basket Rahmi
Sent : 04/06/2013 13:33 pm
Maksudnya tentang Clara dan kak Reza. Kamu gak papa?

From : Basket Rahmi
Received : 04/06/2013 13:35 pm
Oh itu. Ya, gak papalah

Terbukti kan? Aku benar-benar bodoh. Hei, bukannya aku sendiri yang mengatakan Rahmi adalah gadis yang kuat? Seorang gadis yang kuat biasanya tidak akan mau menunjukkann bahwa dia sedang rapuh kepada siapapun. Tak terkecuali sahabat-sahabatnya. Harus dicatat sepertinya.

From : Basket Rahmi
Received : 04/06/2013 13:36
Saya beneran gak papa. Jangan khawatir. Saya gak mau persahabatan yang sudah susah payah kita bangun jadi hancur cuma gara-gara cowok. Rada gak elit kali persahabatan kita hancur Cuma karna alasan itu.

Aku tertegun sejenak membaca sms-nya. Aku akui Rahmi benar-benar gadis yang luar biasa. Aku tak menyangka gadis ini sangat memikirkan persahabatan kami, walaupun perasaannya jadi taruhan. Aku salut dengan motonya “Persahabatan itu tetap nomor 1”. Apapun yang terjadi, bagaimana pun keadaannya, persahabatan kami adalah nomor 1. Tak ada yang bisa menggantikannya.


-THE END-

Selasa, 24 September 2013

My Besties

with Jane Theola

My Basketball Team

Adel, Uyun, Finna, Jane

Ice Cream Party

Weekkkk :p

Sexy Lips :*

Mantiq, Finna, and Uyun

Kamis, 16 Mei 2013

Kuroko no Basuke: Kiseki no Sedai

Midorima Shintaro and Kuroko Tetsuya

Kiseki no Sedai

Sleeping Kiseki~

Kiseki no Sedai

Kise Ryouta

Kise Ryouta

Kuroko Tetsuya

Murasakibara Atsushi and Akashi Seijuuro

Kiseki no Sedai

Kiseki no Sedai and Kagami Taiga


Kiseki no Sedai

Akashi Seijuuro

Aomine Daiki

LMAOOO