Title : Poker Face
Genre : Family, Romance
Cast : Kei
Length : Fashfiction
Rating : PG-13
Disclaimer : Baiklah, ini adalah
fanfict gagal yang ditulis oleh seorang author abal. Maafkan bila cerita ini
tak mengandung makna dan tak nyambung sama sekali.
****
Aku menatap pantulan bayanganku di cermin. Menatap betapa
mirisnya diriku. Aku tersenyum masam. Ya, aku memang terlihat sangat cantik
menggunakan gaun ini. Aku pun terkagum-kagum melihat diriku yang seperti ini. Tapi
mengapa nasibku sangat berbanding terbalik? Sampai kapan aku harus berpura-pura
seperti ini? Sampai kapan aku harus pura-pura tersenyum dibalik penderitaanku?
Sampai kapan aku harus pura-pura bahagia dengan perjodohan ini?
Perjodohan? Kau bertanya-tanya tentang ini? Ya, aku
dijodohkan oleh kedua orang tuaku. Kau tanya alasannya kenapa? Aku pun tak tahu
alasannya apa. Ibuku hanya mengatakan ‘Dia
anak dari bos ayahmu. Kau tahu bos ayahmu banyak membantu ekonomi keluarga
kita. Kita berhutang budi padanya.’ Konyol bukan? Hei, aku hidup di jaman
modern. Kenapa aku harus melakukan perjodohan ini?
Hidupku seperti drama ya? Kenyataannya seperti itu, tapi
hidupku tak sepenuhnya seperti drama. Aku tak melawan dan memberontak saat
ayahku memberitahukan aku tentang perjodohan ini. Aku tak berpikir untuk
melarikan diri saat pernikahan itu berlangsung. Tidak, aku tidak seperti itu. Aku
menerima perjodohan ini. Kau mengatakan aku bodoh? Ya, memang. Aku bisa saja melakukan
apa yang dilakukan pemeran utama wanita lakukan ketika dia tahu dia dijodohkan.
Tapi aku tak ingin menjadi anak durhaka.
Aku tahu betapa sulitnya perekonomian keluarga kami dulu
sebelum Pak Marcus--bos ayahku datang. Pak Marcus memang banyak membantu perekonomian
keluarga kami. Pak Marcus memberikan ayahku pekerjaan. Gajinya mencukupi untuk
biaya keluarga kami makan, tapi kurang untuk biayaku masuk perguruan tinggi.
Ya, Pak Marcus yang membiayai aku kuliah sampai aku sarjana. Sekarang kau tahu
kan kenapa aku tak menolak maupun memberontak saat akan dijodohkan oleh
anaknya?
Anaknya Pak Marcus adalah Lang. Lang adalah seniorku di
kampus. Dia sangat dingin dan tampan. Dia sangat terkenal di kampus. Terkenal
karena ketampanannya dan kepintarannya tentu saja. Apa? Kau bilang aku
beruntung dijodohkan olehnya? Aku sama sekali tidak merasa beruntung. Kau tak
perlu tahu apa alasanku mengatakan itu. Cukup aku yang tahu.
“Keeiiii..... apa kau sudah siap? Cepatlah turun, kita harus
berangkat ke gereja sekarang.”
Baiklah, ibuku sudah berteriak memanggilku. Ini saatnya aku
memasang topengku. Hapus airmatamu, Kei. Jangan tunjukan kepada ayah dan ibu
wajahmu yang menyedihkan itu. Tarik kedua ujung bibirmu dan bentuklah sebuah
senyum cerah walaupun itu senyum palsu. Tunjukan bahwa kau bahagia. Baiklah,
itu sudah sempurna.
“Keeiiiiiiii......”
“Ya, Bu. Aku segera turun.”
END