Genre : Romance
Cast : Kang Daesung, Kim Minyoung and other
My word : - - - Flashback On
+ + + Flashback Off
Daesung P.o.V
Cafe Prince. Kedai kopi yg sangat aku sukai dan selalu ku kunjungi. Jam bukanya 24 jam. Jadi jika aku stres dengan pekerjaanku, aku akan mampir ke sini. Tempatnya sangat nyaman.
Di tempat aku berdiri sekarang, aku ingat, di tempat ini awal pertemuanku dengannya setelah sekian lama. Tak banyak berubah, namun dia lebih kelihatan stylist.
- - -
Jam sudah menunjukkan waktu 20.00 KST. Aku benar-benar lelah atas semua latihan yg aku lakukan hari ini. Jadi, aku putuskan datang ke cafe ini, Cafe Price.
Aku berjalan sedikit tergesa-gesa mengingat udara di luar sini sangat dingin. Saking tergesa-gesanya, aku tak melihat yeoja yg juga akan masuk ke cafe itu dan aku menabraknya.
"Ahh~ mianhamnida, agashi! Aku tak melihatmu." aku menunduk sedalam-dalamnya. Yeoja itu hanya tersenyum simpul.
Sepertinya aku mengenal yeoja ini. Wajahnya tak asing lagi buatku. Tapi siapa ? Aku memaksa otakku untuk berpikir dua kali lipat.
"Daesung oppa ? Apakah kau Kang Daesung ?" tanya yeoja itu. Aku tersentak kaget dan mengangguk.
"Kau ingat denganku ? Aku Kim Minyoung." dia tersenyum sekali lagi.
Namanya sangat tak asing denganku. Ahh~ aku ingat !!
"Youngi-ah, aku hampir tak mengenalimu." ucapku puas.
Aku tau siapa dia. Dia adalah Kim Minyoung, hobaeku semasa SMP. Pantas tak asing bagiku.
"Hahaha apakah aku sudah banyak berubah ?" tawanya kecil.
"Ne, kau banyak berubah. Kau mau masuk ?" tanyaku. Dia hanya mengangguk.
"Ayo, aku juga kebetulan akan mampir." ajakku ramah. Dia tersenyum dan berjalan di sampingku.
+ + +
Aku mulai memasuki cafe ini. Tak banyak berubah. Bahkan tak ada yg berubah. Dekorasinya masih seperti dulu. Suasana yg menenangkan juga masih seperti dulu.
Aku mengambil tempat di dekat jendela. Aku tarik kursi putihnya dan duduk di atasnya. Aku kembali mengenangnya.
- - -
"Mau duduk di mana ?" tanyaku padanya. Dia tersenyum dan menunjuk sebuah meja kosong.
"Di sana! Aku ingin duduk di sana! Kkaja!!" dia menarik tanganku. Aku mengikutinya.
Aku menarikkan kursi putih itu untuknya. Dia duduk di sana. Aku juga ikut duduk berhadapan dengannya.
"Kenapa kau mengambil tempat di sini ?" tanyaku hanya sekedar basa-basi.
"Ini tempat kesukaanku. Sangat nyaman duduk di sini." jawabnya tersenyum.
Ntah mengapa, aku mulai menyukai senyum cerahnya itu.
+ + +
Aku benar-benar menyukai senyumnya. Sampai sekarang aku masih terbayang senyumnya.
"Permisi, mau pesan apa ?" tanya seorang pelayan ramah.
"Cappuchino nya satu." pelayan itu mulai mencatat pesananku.
"Hanya itu ? Tidak ada lagi ?" tanyanya lagi. Aku tersenyum dan menggeleng.
"Tidak. Gamsahamnida!" ucapku ramah.
Cappuchino. Kopi yang selalu dia pesan jika kemari. Aku memandang keluar dan tersenyum mengingat wajahnya.
- - -
"Permisi, mau pesan apa ?" tanya seorang pelayan ramah pada kami.
"Kau mau pesan apa, Youngi-ah ?" tanyaku pada Minyoung.
"Aku mau Cappuchino." jawabnya menatapku.
"Baiklah, Cappuchino satu dan Expresso nya satu." pelayan itu mencatat pesanan kami.
"Hanya itu ? Ada lagi ?" tanya pelayan itu lagi.
"Tidak. Gamsahamnida!" jawabku ramah.
"Oppa, apa kabarmu ?" tanyanya sekedar basa-basi.
"Hahaha pertanyaanmu lucu! Kau bisa lihat sendiri, aku baik! Dan aku tau keadaanmu sekarang juga baik, Youngi-ah." jawabku tertawa renyah.
"Ahh~ kau selalu memanggil nama kecilku. Tak bisakah kau memanggilku 'Minyoung', oppa ?" ucapnya sedikit kesal.
"Sepertinya tidak bisa. Aku lebih nyaman memanggilmu 'Youngi-ah'." jawabku tertawa kecil.
"Terserah kau saja, oppa. Apa yg kau lakukan sekarang ? Kau masih sekolah kan ?" tanya sedikit menyelidik.
"Ya, aku masih SMA. Tahun-tahun terakhir sekolah. Selain itu, aku sekarang seorang trainee." jawabku sedikit bangga.
"Jinjja ?? Di perusahaan mana ?" tanyanya antusias.
"Ne, kau tau YG Entertainment ? Aku menjadi trainee di sana." jawabku tersenyum.
"Whoa~ oppa, daebak!! Bagaimana hari-harimu di sana, oppa ?" dia sepertinya sangat tertarik dengan topik ini.
"Sangat melelahkan. Tapi aku banyak bertemu teman baru. Aku juga dapat banyak pelajaran dari sana. Aku sangat senang!" ceritaku panjang lebar.
Dia tak berubah. Masih tetap cerewet haha...
+ + +
Aku tersenyum geli mengingat betapa tertariknya dia dengan ceritaku itu. Dia juga terlihat sangat senang waktu itu.
Aku tak pernah melupakan satu pun kenangan ku dengannya di sini. Aku masih ingat seperti apa kebiasaannya setelah menyeruput sedikit Cappuchino nya. Dia selalu menutup mata merasakan nikmatnya Cappuchino nya. Wajahnya sangat damai di saat itu.
Aku juga ingat wajahnya sebalnya karena aku meninggalkannya sendirian di kedai itu, sedangkan aku harus pergi untuk persiapan tampil di Inkigayo. Waktu itu sudah setahun sejak aku bertemu dengannya.
- - -
"Mianhae, Youngi-ah! Aku benar-benar harus pergi sekarang. Aku harus persiapan untuk tampil." ucapku tulus.
Sebenarnya aku sedikit merasa bersalah mengingat aku juga telah membiarkan nya menungguku, tapi aku yg harus pergi lebih dulu.
"Tapi kan oppa baru di sini 15 menit yg lalu, kenapa harus pergi lagi ?" tergambar jelas dia sangat kesal denganku.
"Jongmal mianhae, Youngi-ah!" aku membungkuk beberapa kali. Aku benar-benar keterlaluan.
"Ahh~ baiklah kalau begitu, aku mengerti! Pergilah! Berikan yg terbaik untuk VIP, kalau tidak aku tidak akan memaafkanmu, oppa!" ucapnya mengalah.
Aku benar-benar tak tega meninggalkannya. Tapi ini tuntutan pekerjaan. Mau tidak mau, aku harus nurut.
"Gomawo, Youngi-ah! Maaf sekali lagi!" aku mencium puncak kepalanya.
Aku melihat dia sangat kaget. Tapi biarlah, sebagai tanda permohonan minta maaf ku. Hehehe...
+ + +
Kau tau, aku sangat deg-degan di saat aku mencium puncak kepalanya. Ntah mengapa!
Aku ingat di saat aku menyatakan perasaanku dengannya tepat di malam natal. Dia sangat sangat kaget mendengar pernyataanku.
- - -
Aku masih menunggunya. Aku sangat gugup sekarang. Aku harus menyatakan perasaanku sebelum terlambat. Aku tak ingin menyesal. Aaa~ ottokae ?? Jantungku tak mau diam.
"Oppa, kau sudah menunggu lama ?" tanyanya tiba-tiba datang.
"Ah~ aniyo!" jawabku tersenyum.
Dia memanggil seorang pelayan.
"Cappuchino satu!" ucapnya ramah pada pelayan itu.
Setelah pelayan itu pergi, dia mulai bertanya padaku.
"Ada apa oppa ? Mengapa tiba-tiba ingin bertemu ?" tidakkk!!! Jantungku mulai berdetak keras lagi!!
"Mm...itu...mm... Aish~ bagaimana ini ?" ucapku terbata-bata.
"Apanya yg bagaimana oppa ? Mengapa kau terlihat gugup ?" tanyanya menyelidik.
"Ahh~ sudahlah! Katanya kau juga ingin bicara. Mau bicara apa ?" aku teringat perkataannya saat di telepon tadi.
Wajahnya berubah ceria.
"Aku mendapat beasiswa untuk kuliah di Paris, oppa! Kau tau, jurusan fashion stylist!" ucapnya ceria.
Deg! Apa itu berarti dia akan meninggalkanku ?? Ottokae ?? Aku tak ingin kehilangan dirinya!!
"Waeyo, oppa ? Oppa sakit ?" tanyanya perhatian
"Ani..aniyo!" aku kembali terdiam menenangkan detak jantungku yg tak karuan
"Aku mencintaimu, Youngi-ah. Jangan tanya kenapa! Aku pun tau tau jawabannya. Aku juga tak tau kapan aku mulai mencintaimu. Jangan suruh aku melupakanmu! Aku tak sanggup! Aku terlalu mencintaimu!" ucapku tertunduk.
Dia tercengang.
"Oppa..ka..kau serius ?" tanyanya masih kaget
"Ya, sangat serius! Maaf!" aku masih menunduk.
"Maaf ? Untuk apa ? Kau tak bersalah!" ucapnya tersenyum.
Senyum yg selama ini aku sukai. Apakah ini terakhir kalinya aku melihat senyum yg aku sukai itu ?? Ahh~
"Oppa, maukah kau berhubungan jarak jauh denganku ?" dia menatap lurus mataku. Aku kaget.
"Maksudmu ?" tanyaku bingung.
"Bukankah kau tadi ingin aku jadi yeojachingumu ?" tanyanya sedikit memiringkan kepalanya.
Ahh~ aku mengerti sekarang! Haha dasar anak kecil!!
+ + +
Dan di sinilah aku. Aku masih setia menghubunginya. Aku masih setia pada cintanya. Aku tak mau berpaling. Dan aku tak akan berpaling. Aku akan terus menunggunya sampai pulang. Tak peduli sampai kapan itu terjadi.
End
Cast : Kang Daesung, Kim Minyoung and other
My word : - - - Flashback On
+ + + Flashback Off
Daesung P.o.V
Cafe Prince. Kedai kopi yg sangat aku sukai dan selalu ku kunjungi. Jam bukanya 24 jam. Jadi jika aku stres dengan pekerjaanku, aku akan mampir ke sini. Tempatnya sangat nyaman.
Di tempat aku berdiri sekarang, aku ingat, di tempat ini awal pertemuanku dengannya setelah sekian lama. Tak banyak berubah, namun dia lebih kelihatan stylist.
- - -
Jam sudah menunjukkan waktu 20.00 KST. Aku benar-benar lelah atas semua latihan yg aku lakukan hari ini. Jadi, aku putuskan datang ke cafe ini, Cafe Price.
Aku berjalan sedikit tergesa-gesa mengingat udara di luar sini sangat dingin. Saking tergesa-gesanya, aku tak melihat yeoja yg juga akan masuk ke cafe itu dan aku menabraknya.
"Ahh~ mianhamnida, agashi! Aku tak melihatmu." aku menunduk sedalam-dalamnya. Yeoja itu hanya tersenyum simpul.
Sepertinya aku mengenal yeoja ini. Wajahnya tak asing lagi buatku. Tapi siapa ? Aku memaksa otakku untuk berpikir dua kali lipat.
"Daesung oppa ? Apakah kau Kang Daesung ?" tanya yeoja itu. Aku tersentak kaget dan mengangguk.
"Kau ingat denganku ? Aku Kim Minyoung." dia tersenyum sekali lagi.
Namanya sangat tak asing denganku. Ahh~ aku ingat !!
"Youngi-ah, aku hampir tak mengenalimu." ucapku puas.
Aku tau siapa dia. Dia adalah Kim Minyoung, hobaeku semasa SMP. Pantas tak asing bagiku.
"Hahaha apakah aku sudah banyak berubah ?" tawanya kecil.
"Ne, kau banyak berubah. Kau mau masuk ?" tanyaku. Dia hanya mengangguk.
"Ayo, aku juga kebetulan akan mampir." ajakku ramah. Dia tersenyum dan berjalan di sampingku.
+ + +
Aku mulai memasuki cafe ini. Tak banyak berubah. Bahkan tak ada yg berubah. Dekorasinya masih seperti dulu. Suasana yg menenangkan juga masih seperti dulu.
Aku mengambil tempat di dekat jendela. Aku tarik kursi putihnya dan duduk di atasnya. Aku kembali mengenangnya.
- - -
"Mau duduk di mana ?" tanyaku padanya. Dia tersenyum dan menunjuk sebuah meja kosong.
"Di sana! Aku ingin duduk di sana! Kkaja!!" dia menarik tanganku. Aku mengikutinya.
Aku menarikkan kursi putih itu untuknya. Dia duduk di sana. Aku juga ikut duduk berhadapan dengannya.
"Kenapa kau mengambil tempat di sini ?" tanyaku hanya sekedar basa-basi.
"Ini tempat kesukaanku. Sangat nyaman duduk di sini." jawabnya tersenyum.
Ntah mengapa, aku mulai menyukai senyum cerahnya itu.
+ + +
Aku benar-benar menyukai senyumnya. Sampai sekarang aku masih terbayang senyumnya.
"Permisi, mau pesan apa ?" tanya seorang pelayan ramah.
"Cappuchino nya satu." pelayan itu mulai mencatat pesananku.
"Hanya itu ? Tidak ada lagi ?" tanyanya lagi. Aku tersenyum dan menggeleng.
"Tidak. Gamsahamnida!" ucapku ramah.
Cappuchino. Kopi yang selalu dia pesan jika kemari. Aku memandang keluar dan tersenyum mengingat wajahnya.
- - -
"Permisi, mau pesan apa ?" tanya seorang pelayan ramah pada kami.
"Kau mau pesan apa, Youngi-ah ?" tanyaku pada Minyoung.
"Aku mau Cappuchino." jawabnya menatapku.
"Baiklah, Cappuchino satu dan Expresso nya satu." pelayan itu mencatat pesanan kami.
"Hanya itu ? Ada lagi ?" tanya pelayan itu lagi.
"Tidak. Gamsahamnida!" jawabku ramah.
"Oppa, apa kabarmu ?" tanyanya sekedar basa-basi.
"Hahaha pertanyaanmu lucu! Kau bisa lihat sendiri, aku baik! Dan aku tau keadaanmu sekarang juga baik, Youngi-ah." jawabku tertawa renyah.
"Ahh~ kau selalu memanggil nama kecilku. Tak bisakah kau memanggilku 'Minyoung', oppa ?" ucapnya sedikit kesal.
"Sepertinya tidak bisa. Aku lebih nyaman memanggilmu 'Youngi-ah'." jawabku tertawa kecil.
"Terserah kau saja, oppa. Apa yg kau lakukan sekarang ? Kau masih sekolah kan ?" tanya sedikit menyelidik.
"Ya, aku masih SMA. Tahun-tahun terakhir sekolah. Selain itu, aku sekarang seorang trainee." jawabku sedikit bangga.
"Jinjja ?? Di perusahaan mana ?" tanyanya antusias.
"Ne, kau tau YG Entertainment ? Aku menjadi trainee di sana." jawabku tersenyum.
"Whoa~ oppa, daebak!! Bagaimana hari-harimu di sana, oppa ?" dia sepertinya sangat tertarik dengan topik ini.
"Sangat melelahkan. Tapi aku banyak bertemu teman baru. Aku juga dapat banyak pelajaran dari sana. Aku sangat senang!" ceritaku panjang lebar.
Dia tak berubah. Masih tetap cerewet haha...
+ + +
Aku tersenyum geli mengingat betapa tertariknya dia dengan ceritaku itu. Dia juga terlihat sangat senang waktu itu.
Aku tak pernah melupakan satu pun kenangan ku dengannya di sini. Aku masih ingat seperti apa kebiasaannya setelah menyeruput sedikit Cappuchino nya. Dia selalu menutup mata merasakan nikmatnya Cappuchino nya. Wajahnya sangat damai di saat itu.
Aku juga ingat wajahnya sebalnya karena aku meninggalkannya sendirian di kedai itu, sedangkan aku harus pergi untuk persiapan tampil di Inkigayo. Waktu itu sudah setahun sejak aku bertemu dengannya.
- - -
"Mianhae, Youngi-ah! Aku benar-benar harus pergi sekarang. Aku harus persiapan untuk tampil." ucapku tulus.
Sebenarnya aku sedikit merasa bersalah mengingat aku juga telah membiarkan nya menungguku, tapi aku yg harus pergi lebih dulu.
"Tapi kan oppa baru di sini 15 menit yg lalu, kenapa harus pergi lagi ?" tergambar jelas dia sangat kesal denganku.
"Jongmal mianhae, Youngi-ah!" aku membungkuk beberapa kali. Aku benar-benar keterlaluan.
"Ahh~ baiklah kalau begitu, aku mengerti! Pergilah! Berikan yg terbaik untuk VIP, kalau tidak aku tidak akan memaafkanmu, oppa!" ucapnya mengalah.
Aku benar-benar tak tega meninggalkannya. Tapi ini tuntutan pekerjaan. Mau tidak mau, aku harus nurut.
"Gomawo, Youngi-ah! Maaf sekali lagi!" aku mencium puncak kepalanya.
Aku melihat dia sangat kaget. Tapi biarlah, sebagai tanda permohonan minta maaf ku. Hehehe...
+ + +
Kau tau, aku sangat deg-degan di saat aku mencium puncak kepalanya. Ntah mengapa!
Aku ingat di saat aku menyatakan perasaanku dengannya tepat di malam natal. Dia sangat sangat kaget mendengar pernyataanku.
- - -
Aku masih menunggunya. Aku sangat gugup sekarang. Aku harus menyatakan perasaanku sebelum terlambat. Aku tak ingin menyesal. Aaa~ ottokae ?? Jantungku tak mau diam.
"Oppa, kau sudah menunggu lama ?" tanyanya tiba-tiba datang.
"Ah~ aniyo!" jawabku tersenyum.
Dia memanggil seorang pelayan.
"Cappuchino satu!" ucapnya ramah pada pelayan itu.
Setelah pelayan itu pergi, dia mulai bertanya padaku.
"Ada apa oppa ? Mengapa tiba-tiba ingin bertemu ?" tidakkk!!! Jantungku mulai berdetak keras lagi!!
"Mm...itu...mm... Aish~ bagaimana ini ?" ucapku terbata-bata.
"Apanya yg bagaimana oppa ? Mengapa kau terlihat gugup ?" tanyanya menyelidik.
"Ahh~ sudahlah! Katanya kau juga ingin bicara. Mau bicara apa ?" aku teringat perkataannya saat di telepon tadi.
Wajahnya berubah ceria.
"Aku mendapat beasiswa untuk kuliah di Paris, oppa! Kau tau, jurusan fashion stylist!" ucapnya ceria.
Deg! Apa itu berarti dia akan meninggalkanku ?? Ottokae ?? Aku tak ingin kehilangan dirinya!!
"Waeyo, oppa ? Oppa sakit ?" tanyanya perhatian
"Ani..aniyo!" aku kembali terdiam menenangkan detak jantungku yg tak karuan
"Aku mencintaimu, Youngi-ah. Jangan tanya kenapa! Aku pun tau tau jawabannya. Aku juga tak tau kapan aku mulai mencintaimu. Jangan suruh aku melupakanmu! Aku tak sanggup! Aku terlalu mencintaimu!" ucapku tertunduk.
Dia tercengang.
"Oppa..ka..kau serius ?" tanyanya masih kaget
"Ya, sangat serius! Maaf!" aku masih menunduk.
"Maaf ? Untuk apa ? Kau tak bersalah!" ucapnya tersenyum.
Senyum yg selama ini aku sukai. Apakah ini terakhir kalinya aku melihat senyum yg aku sukai itu ?? Ahh~
"Oppa, maukah kau berhubungan jarak jauh denganku ?" dia menatap lurus mataku. Aku kaget.
"Maksudmu ?" tanyaku bingung.
"Bukankah kau tadi ingin aku jadi yeojachingumu ?" tanyanya sedikit memiringkan kepalanya.
Ahh~ aku mengerti sekarang! Haha dasar anak kecil!!
+ + +
Dan di sinilah aku. Aku masih setia menghubunginya. Aku masih setia pada cintanya. Aku tak mau berpaling. Dan aku tak akan berpaling. Aku akan terus menunggunya sampai pulang. Tak peduli sampai kapan itu terjadi.
End