Selasa, 30 Oktober 2012

[Fashfiction] Poker Face

Title : Poker Face
Genre : Family, Romance
Cast : Kei
Length : Fashfiction
Rating : PG-13
Disclaimer : Baiklah, ini adalah fanfict gagal yang ditulis oleh seorang author abal. Maafkan bila cerita ini tak mengandung makna dan tak nyambung sama sekali.

****

Aku menatap pantulan bayanganku di cermin. Menatap betapa mirisnya diriku. Aku tersenyum masam. Ya, aku memang terlihat sangat cantik menggunakan gaun ini. Aku pun terkagum-kagum melihat diriku yang seperti ini. Tapi mengapa nasibku sangat berbanding terbalik? Sampai kapan aku harus berpura-pura seperti ini? Sampai kapan aku harus pura-pura tersenyum dibalik penderitaanku? Sampai kapan aku harus pura-pura bahagia dengan perjodohan ini?

Perjodohan? Kau bertanya-tanya tentang ini? Ya, aku dijodohkan oleh kedua orang tuaku. Kau tanya alasannya kenapa? Aku pun tak tahu alasannya apa. Ibuku hanya mengatakan ‘Dia anak dari bos ayahmu. Kau tahu bos ayahmu banyak membantu ekonomi keluarga kita. Kita berhutang budi padanya.’ Konyol bukan? Hei, aku hidup di jaman modern. Kenapa aku harus melakukan perjodohan ini?

Hidupku seperti drama ya? Kenyataannya seperti itu, tapi hidupku tak sepenuhnya seperti drama. Aku tak melawan dan memberontak saat ayahku memberitahukan aku tentang perjodohan ini. Aku tak berpikir untuk melarikan diri saat pernikahan itu berlangsung. Tidak, aku tidak seperti itu. Aku menerima perjodohan ini. Kau mengatakan aku bodoh? Ya, memang. Aku bisa saja melakukan apa yang dilakukan pemeran utama wanita lakukan ketika dia tahu dia dijodohkan. Tapi aku tak ingin menjadi anak durhaka.

Aku tahu betapa sulitnya perekonomian keluarga kami dulu sebelum Pak Marcus--bos ayahku datang. Pak Marcus memang banyak membantu perekonomian keluarga kami. Pak Marcus memberikan ayahku pekerjaan. Gajinya mencukupi untuk biaya keluarga kami makan, tapi kurang untuk biayaku masuk perguruan tinggi. Ya, Pak Marcus yang membiayai aku kuliah sampai aku sarjana. Sekarang kau tahu kan kenapa aku tak menolak maupun memberontak saat akan dijodohkan oleh anaknya?

Anaknya Pak Marcus adalah Lang. Lang adalah seniorku di kampus. Dia sangat dingin dan tampan. Dia sangat terkenal di kampus. Terkenal karena ketampanannya dan kepintarannya tentu saja. Apa? Kau bilang aku beruntung dijodohkan olehnya? Aku sama sekali tidak merasa beruntung. Kau tak perlu tahu apa alasanku mengatakan itu. Cukup aku yang tahu.

“Keeiiii..... apa kau sudah siap? Cepatlah turun, kita harus berangkat ke gereja sekarang.”

Baiklah, ibuku sudah berteriak memanggilku. Ini saatnya aku memasang topengku. Hapus airmatamu, Kei. Jangan tunjukan kepada ayah dan ibu wajahmu yang menyedihkan itu. Tarik kedua ujung bibirmu dan bentuklah sebuah senyum cerah walaupun itu senyum palsu. Tunjukan bahwa kau bahagia. Baiklah, itu sudah sempurna.
“Keeiiiiiiii......”
“Ya, Bu. Aku segera turun.”


END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar